Tuesday, May 1, 2018

Masyarakat Keluhkan Kebijakan Blokir Sim Card



Pemerintah telah resmi melakukan pemblokiran sim card yang tidak melakukan registrasi. Namun,  tak sedikit  masyarakat yang keberatan atas pemblokiran tersebut meskipun pemerintah telah memberikan waktu yang cukup panjang untuk melakukan registrasi via SMS.

Karyawan swasta yang bekerja di salah satu Perguruan Tinggi di Lampung  Zaqi (27)mengatakan  salah satu tujuan pemerintah mebgatur sistem pembatasan SIM card untuk meminimalisir angka kriminalitas melalui sim yang selama ini hanya sekali pakai dan dibuang.

"Kalau mau meminimalisir angka kriminalitas cara dasarnya ya buat ekonomi masyarakatnya maju, laksanakan revolusi mental dengan baik insya Allah indonesia aman sentosa,"kata dia,  Selasa (1/5/2018).

Menurutnya, efek negatif dari kebijakan tersebut yakni berdampak pada para pegusaha celuller yang rugi.

"Mereka juga mengeluhkan pendapatan yang turun, jadi pemerintah harus cermat mengkalkulasi hal ini. Jangan sampai cuma karena segelintir oknum yang berbuat kriminalitas, mayoritas masyarakat terkena imbasnya yg tidak sebanding dengan hal itu. Carikan lah solusi yg lebih bijak, "imbuhnya.

Rudi,  pemilik Mia Cell mengaku kewalahan dengan penerapan kebijakan tersebut.  Dalam sehari ia kerap menerima puluhan pelanggan yang kesal ketika kartunya tidak bisa digunakan lagi.

" Banyak konsumen yang belinya kemana tapi komplainnya kesini,  banyak juga yang minta tolong registrasi kartu kebanyakan ibu-ibu, itu menguras waktu,  dan sekarang belum semua provider mengeluarkan voucer pengganti perdana yang biasa dipakai masyarakat, "imbuhnya.


0 komentar:

Post a Comment