Tuesday, May 1, 2018



Dalam rangka menciptakan generasi muda yang berkualitas dan terampil di dunia kerja dan sebagai bentuk kepedulian Honda di dunia pendidikan, PT. Tunas Dwipa Matra selaku main dealer sepeda motor Honda menggelar kegiatan “Technical Skill Contest For Technical High School atau Technical Kontes bagi Siswa Teknik dan Bisnis Sepeda Motor (TBSM) Astra Honda yang diselenggarakan di TDM Pramuka, Senin 30 April 2018.

Memasuki pelaksanaan tahun ke-9, di Lampung kegiatan ini di ikuti oleh 21 siswa kelas XI jurusan Teknik Sepeda Motor dari 20 sekolah binaan dan 1 sekolah calon SMK Binaan (exhibition) yang sebelumnya sudah melewati seleksi dari masing-masing sekolah nya untuk mengikuti kontes tingkat Regional ini.

Dalam kontes ini materi yang diujikan kepada para peserta pada saat penyisihan meliputi ujian teori dan kerja bangku yang disesuaikan dengan kurikulum teknik sepeda motor yang di ajarkan di setiap SMK TBSM Astra Honda. Penilaian terbagi menjadi 3 kategori diantaranya teori, praktek meja dan maintenance job.

Manager Technical Service Departemen Adi Chanserrio mengatakan kegiatan ini dilakukan untuk memastikan skill siswa SMK Binaan Honda Jurusan Teknik Bisnis Sepeda Motor di seluruh Lampung sesuai dengan kebutuhan industri. Melalui kegiatan ini, nantinya 1 orang terbaik di kontes ini akan mewakili Lampung di ajang Honda Technical Skill Contest for Technical High School tingkat Nasional di Jakarta pada September mendatang.

“Kontes ini merupakan salah satu bentuk kepedulian Honda dibidang pendidikan. Melalui kegiatan ini kami harapkan nantinya siswa-siswi SMK ini dapat lebih siap dan lebih paham tentang teknologi Honda. Kami juga berharap kegiatan ini dapat bermanfaat karena para guru dapat mengevaluasi sejauh mana hasil kegiatan belajar mengajar di sekolah khususnya penerapan kurikulum Teknik Sepeda Motor Honda.” Ungkapnya.

Adi menambahkan, kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan rasa percaya diri dan memacu para siswa SMK untuk terus meningkatkan kompetensinya di bidang otomotif roda dua, sehingga ke depan dapat menjadi tenaga-tenaga terampil yang siap memasuki dunia kerja.

Di Lampung sendiri terdapat 20 SMK TBSM Astra Honda diantaranya SMKN 2 Bandar Lampung, SMK Kasgoro, SMKN 1 Padang Cermin, SMK Widya Yahya Gading Rejo, SMK Nusantara Kota Bumi, SMK Muhammadiyah Tumijajar, SMKN 5 Bandar Lampung, SMKN 1 Tanjung Raya, SMKN 1 Pagar Dewa, SMK Muhammadiyah Gunung Agung, SMK MAARIF NU 1 Purbolinggo, SMK Negeri 2 Kalianda Lampung Selatan, SMK Negeri 1 Seputih Agung Lampung Tengah, SMKN 3 Kotabumi, SMK Muhammadiyah Abung Semuli, SMK Negeri 1 Krui dan SMK Negeri 1 Merbau Mataram, SMK PGRI Pasir Sakti, SMK Darusy Syafa'ah Kota Gajah dan SMKN 1 Banjit Way Kanan. Selain 20 SMK Binaan, kegiatan ini juga di ikuti oleh 1 calon SMK Binaan (exhibition) yaitu SMK Mitra Bakti Lampung Timur.

Dan hasilnya, berikut ini adalah 3 orang siswa SMK yang menjadi Pemenang Honda Technical Skill Contest ke-9 Regional Lampung, diantaranya sbb :

1. Dio Ramadika  SMKN 2 Bandar Lampung
2. Irfannudin  SMK Kasgoro Sribhawono
3. Wahid Nur Isfandi  SMKN 3 Kotabumi

<script async src="//pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js"></script>
<script>
  (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({
    google_ad_client: "ca-pub-8365939106243154",
    enable_page_level_ads: true
  });
</script>

TDM Sukses Gelar Regional Technical Skill Contest 2018 Untuk Siswa SMK



Dalam rangka menciptakan generasi muda yang berkualitas dan terampil di dunia kerja dan sebagai bentuk kepedulian Honda di dunia pendidikan, PT. Tunas Dwipa Matra selaku main dealer sepeda motor Honda menggelar kegiatan “Technical Skill Contest For Technical High School atau Technical Kontes bagi Siswa Teknik dan Bisnis Sepeda Motor (TBSM) Astra Honda yang diselenggarakan di TDM Pramuka, Senin 30 April 2018.

Memasuki pelaksanaan tahun ke-9, di Lampung kegiatan ini di ikuti oleh 21 siswa kelas XI jurusan Teknik Sepeda Motor dari 20 sekolah binaan dan 1 sekolah calon SMK Binaan (exhibition) yang sebelumnya sudah melewati seleksi dari masing-masing sekolah nya untuk mengikuti kontes tingkat Regional ini.

Dalam kontes ini materi yang diujikan kepada para peserta pada saat penyisihan meliputi ujian teori dan kerja bangku yang disesuaikan dengan kurikulum teknik sepeda motor yang di ajarkan di setiap SMK TBSM Astra Honda. Penilaian terbagi menjadi 3 kategori diantaranya teori, praktek meja dan maintenance job.

Manager Technical Service Departemen Adi Chanserrio mengatakan kegiatan ini dilakukan untuk memastikan skill siswa SMK Binaan Honda Jurusan Teknik Bisnis Sepeda Motor di seluruh Lampung sesuai dengan kebutuhan industri. Melalui kegiatan ini, nantinya 1 orang terbaik di kontes ini akan mewakili Lampung di ajang Honda Technical Skill Contest for Technical High School tingkat Nasional di Jakarta pada September mendatang.

“Kontes ini merupakan salah satu bentuk kepedulian Honda dibidang pendidikan. Melalui kegiatan ini kami harapkan nantinya siswa-siswi SMK ini dapat lebih siap dan lebih paham tentang teknologi Honda. Kami juga berharap kegiatan ini dapat bermanfaat karena para guru dapat mengevaluasi sejauh mana hasil kegiatan belajar mengajar di sekolah khususnya penerapan kurikulum Teknik Sepeda Motor Honda.” Ungkapnya.

Adi menambahkan, kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan rasa percaya diri dan memacu para siswa SMK untuk terus meningkatkan kompetensinya di bidang otomotif roda dua, sehingga ke depan dapat menjadi tenaga-tenaga terampil yang siap memasuki dunia kerja.

Di Lampung sendiri terdapat 20 SMK TBSM Astra Honda diantaranya SMKN 2 Bandar Lampung, SMK Kasgoro, SMKN 1 Padang Cermin, SMK Widya Yahya Gading Rejo, SMK Nusantara Kota Bumi, SMK Muhammadiyah Tumijajar, SMKN 5 Bandar Lampung, SMKN 1 Tanjung Raya, SMKN 1 Pagar Dewa, SMK Muhammadiyah Gunung Agung, SMK MAARIF NU 1 Purbolinggo, SMK Negeri 2 Kalianda Lampung Selatan, SMK Negeri 1 Seputih Agung Lampung Tengah, SMKN 3 Kotabumi, SMK Muhammadiyah Abung Semuli, SMK Negeri 1 Krui dan SMK Negeri 1 Merbau Mataram, SMK PGRI Pasir Sakti, SMK Darusy Syafa'ah Kota Gajah dan SMKN 1 Banjit Way Kanan. Selain 20 SMK Binaan, kegiatan ini juga di ikuti oleh 1 calon SMK Binaan (exhibition) yaitu SMK Mitra Bakti Lampung Timur.

Dan hasilnya, berikut ini adalah 3 orang siswa SMK yang menjadi Pemenang Honda Technical Skill Contest ke-9 Regional Lampung, diantaranya sbb :

1. Dio Ramadika  SMKN 2 Bandar Lampung
2. Irfannudin  SMK Kasgoro Sribhawono
3. Wahid Nur Isfandi  SMKN 3 Kotabumi

<script async src="//pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js"></script>
<script>
  (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({
    google_ad_client: "ca-pub-8365939106243154",
    enable_page_level_ads: true
  });
</script>

Setu,  penjual bahan pokok di pasar Pasir Gintung 


Jelang bulan ramadan,  berbagai kebutuhan  pokok  masyarakat  merangkak naik.  Salah satu pedagang bahan pokok di pasar Pasir Gintung,  Setu (56) mengatakan beberapa dagangannya yang naik diantaranya cabai merah yang kini Rp35 ribu oer kg,  sebelumnya Rp28 ribu per kg, cabai hijau Rp20 ribu per kg dari Rp18 ribu per kg,  cabai rawit Rp30 ribu per kg dari Rp25 ribu per kg, dan cabai caplak Rp30 ribu per kg dari Rp25 ribu per kg.

Sedangkan  bawang merah juga naik,  kini harganya mencapai Rp30 ribu per kg yang sebelumnya Rp26 ribu per kg, untuk bawang putih turun dari Rp30 ribu per lg menjadi Rp25 ribu per kg.  Diakuinya,  kenaikan sudah terjadi dua hingga tiga hari.

"Saya nggak tahu penyebabnya harganya memang segitu dikirim dari kalianda untuk cabai merah,  kalau rawit dan caplak dari jawa,"kata dia, Minggu  (29/4/2018)

Dijelaskannya,  kemungkinan ada kenaikan jelang ramadan. Namun tidak berpengaruh pada menurunnya minat pembeli.

"Alhamdulillah nggak ada pengaruh kurangnya pembeli. Masih ramai saj, "ungkapnya.

Setu menjual cabai merah dan rawit sebanyak 1 kuintal per hari.  Menurutnya,  kenaikan harga tidak berdampak pada apapun.

" Cuaca bagus,  barangnya lancar terkirim dan stok nya ada,  ya wajar lah kalau naik turun cuma segitu, "paparnya.

Riski oedagang sembako dipasar yang sama mengungkapkan,  harga beras kini mulai turun. Untuk beras asalan Rp10 ribu per kg yang sebelumnya sempat melonjak hingav Rp14ribu per kg.

" Harga segitu sudah bagus kualitasnya,  saya ambil dari Pringsewu,  Talang Padang dan daerah lain yang panen raya, "ungkapnya.

Harga telur ayam juga mengalami kenaikan yakni Rp24 ribu per kg yang sebelumnya Rp20 ribu per kg.  Untuk harga ayam potong naik dari Rp25 ribu per kg menjadi Rp35 ribu per kg.

Harga Bahan Pokok Merangkak Naik Jelang Ramadan

Setu,  penjual bahan pokok di pasar Pasir Gintung 


Jelang bulan ramadan,  berbagai kebutuhan  pokok  masyarakat  merangkak naik.  Salah satu pedagang bahan pokok di pasar Pasir Gintung,  Setu (56) mengatakan beberapa dagangannya yang naik diantaranya cabai merah yang kini Rp35 ribu oer kg,  sebelumnya Rp28 ribu per kg, cabai hijau Rp20 ribu per kg dari Rp18 ribu per kg,  cabai rawit Rp30 ribu per kg dari Rp25 ribu per kg, dan cabai caplak Rp30 ribu per kg dari Rp25 ribu per kg.

Sedangkan  bawang merah juga naik,  kini harganya mencapai Rp30 ribu per kg yang sebelumnya Rp26 ribu per kg, untuk bawang putih turun dari Rp30 ribu per lg menjadi Rp25 ribu per kg.  Diakuinya,  kenaikan sudah terjadi dua hingga tiga hari.

"Saya nggak tahu penyebabnya harganya memang segitu dikirim dari kalianda untuk cabai merah,  kalau rawit dan caplak dari jawa,"kata dia, Minggu  (29/4/2018)

Dijelaskannya,  kemungkinan ada kenaikan jelang ramadan. Namun tidak berpengaruh pada menurunnya minat pembeli.

"Alhamdulillah nggak ada pengaruh kurangnya pembeli. Masih ramai saj, "ungkapnya.

Setu menjual cabai merah dan rawit sebanyak 1 kuintal per hari.  Menurutnya,  kenaikan harga tidak berdampak pada apapun.

" Cuaca bagus,  barangnya lancar terkirim dan stok nya ada,  ya wajar lah kalau naik turun cuma segitu, "paparnya.

Riski oedagang sembako dipasar yang sama mengungkapkan,  harga beras kini mulai turun. Untuk beras asalan Rp10 ribu per kg yang sebelumnya sempat melonjak hingav Rp14ribu per kg.

" Harga segitu sudah bagus kualitasnya,  saya ambil dari Pringsewu,  Talang Padang dan daerah lain yang panen raya, "ungkapnya.

Harga telur ayam juga mengalami kenaikan yakni Rp24 ribu per kg yang sebelumnya Rp20 ribu per kg.  Untuk harga ayam potong naik dari Rp25 ribu per kg menjadi Rp35 ribu per kg.


Pemerintah telah resmi melakukan pemblokiran sim card yang tidak melakukan registrasi. Namun,  tak sedikit  masyarakat yang keberatan atas pemblokiran tersebut meskipun pemerintah telah memberikan waktu yang cukup panjang untuk melakukan registrasi via SMS.

Karyawan swasta yang bekerja di salah satu Perguruan Tinggi di Lampung  Zaqi (27)mengatakan  salah satu tujuan pemerintah mebgatur sistem pembatasan SIM card untuk meminimalisir angka kriminalitas melalui sim yang selama ini hanya sekali pakai dan dibuang.

"Kalau mau meminimalisir angka kriminalitas cara dasarnya ya buat ekonomi masyarakatnya maju, laksanakan revolusi mental dengan baik insya Allah indonesia aman sentosa,"kata dia,  Selasa (1/5/2018).

Menurutnya, efek negatif dari kebijakan tersebut yakni berdampak pada para pegusaha celuller yang rugi.

"Mereka juga mengeluhkan pendapatan yang turun, jadi pemerintah harus cermat mengkalkulasi hal ini. Jangan sampai cuma karena segelintir oknum yang berbuat kriminalitas, mayoritas masyarakat terkena imbasnya yg tidak sebanding dengan hal itu. Carikan lah solusi yg lebih bijak, "imbuhnya.

Rudi,  pemilik Mia Cell mengaku kewalahan dengan penerapan kebijakan tersebut.  Dalam sehari ia kerap menerima puluhan pelanggan yang kesal ketika kartunya tidak bisa digunakan lagi.

" Banyak konsumen yang belinya kemana tapi komplainnya kesini,  banyak juga yang minta tolong registrasi kartu kebanyakan ibu-ibu, itu menguras waktu,  dan sekarang belum semua provider mengeluarkan voucer pengganti perdana yang biasa dipakai masyarakat, "imbuhnya.


Masyarakat Keluhkan Kebijakan Blokir Sim Card



Pemerintah telah resmi melakukan pemblokiran sim card yang tidak melakukan registrasi. Namun,  tak sedikit  masyarakat yang keberatan atas pemblokiran tersebut meskipun pemerintah telah memberikan waktu yang cukup panjang untuk melakukan registrasi via SMS.

Karyawan swasta yang bekerja di salah satu Perguruan Tinggi di Lampung  Zaqi (27)mengatakan  salah satu tujuan pemerintah mebgatur sistem pembatasan SIM card untuk meminimalisir angka kriminalitas melalui sim yang selama ini hanya sekali pakai dan dibuang.

"Kalau mau meminimalisir angka kriminalitas cara dasarnya ya buat ekonomi masyarakatnya maju, laksanakan revolusi mental dengan baik insya Allah indonesia aman sentosa,"kata dia,  Selasa (1/5/2018).

Menurutnya, efek negatif dari kebijakan tersebut yakni berdampak pada para pegusaha celuller yang rugi.

"Mereka juga mengeluhkan pendapatan yang turun, jadi pemerintah harus cermat mengkalkulasi hal ini. Jangan sampai cuma karena segelintir oknum yang berbuat kriminalitas, mayoritas masyarakat terkena imbasnya yg tidak sebanding dengan hal itu. Carikan lah solusi yg lebih bijak, "imbuhnya.

Rudi,  pemilik Mia Cell mengaku kewalahan dengan penerapan kebijakan tersebut.  Dalam sehari ia kerap menerima puluhan pelanggan yang kesal ketika kartunya tidak bisa digunakan lagi.

" Banyak konsumen yang belinya kemana tapi komplainnya kesini,  banyak juga yang minta tolong registrasi kartu kebanyakan ibu-ibu, itu menguras waktu,  dan sekarang belum semua provider mengeluarkan voucer pengganti perdana yang biasa dipakai masyarakat, "imbuhnya.