Thursday, January 18, 2018

Waduuuh!!! Pengusaha Nakal Banyak Gunakan Gas 3kg



Kelangkaan gas elpiji 3 kg yang membuat masyarakat resahkesulitan untuk menggunakannya untuk kebutuhan sehari-hari maka jajaran stakeholder seperti Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Lampung, Hiswana Migas, dan Pertamina Lampung menggelar sidang ke beberapa lokasi seperti tempat usaha mikro kecil menengah (UMKM) di Bandar Lampung.

Temuan yang mengejutkan yaitu terjadi di Mega Laundry Jalan Sultan Agung. UMKM yang bergerak di bidang jasa cuci dan gosok pakaian.

Pemilik Mega Laundry Sefri melalui karyawannya mengatakan gas 3kg ia peroleh dari beberapa warung, dan sebagian dibeli dari Pom Bensin Jalan  Urip Sumoharjo ia beli seharga Rp19 ribu.

"Kalau di SPBU Urip Sumoharjo boleh ambil 10 tabung. Dan sehari menggunakan 7 tabung gas 3 kg. Total tabung yang tersedia disini yaitu 10 tabung . Saya dapat dari SPBU Urip dan nyari juga di warung,"papa.

Kabid Energi Dinas ESDM Lampung Jefry mengatakan selama ini UMKM seperti jasa laundry belum pernah  tersentuh padahal usaha ini sedang tumbuh signifikan dan ternyata menggunakan gas sebagai sumber energi untuk menggosok dan mengeringkan  pakaian.

"Masih banyak loundry yang masih menggunakan gas elpiji 3 kilo kita minta pengusaha segera beralih untuk menggunakan gas konsumsi 12 kg,"paparnya.

Kepala Bidang Elpiji Hiswana Migas Lampung Adi Chandra mengatakan dalam waktu dekat, pihaknya juga akan kembali melakukan sidak demi mengamankan pasokan kuota elpiji agar tidak terjadi kelangkaan lagi.

"Kami akan sidak kembali apakah para pengusaha sudah  beralih ke gas 12 kilo atau tetap menggunakan gas 3kg  karena kita ketahui gas 3kg  adalah gas subsidi yang diperuntukkan untuk masyarakat miskin,"paparnya.

Sidak juga dilakukan ke Rumah Makan Akong Jalan Gatot Subroto. Rumah makan milik Akong itu sudah menggunakan gas 3kg. Ia mengaku awalnya ingin menggunakan gas 12kg namun karena penjual gas 3 kg merupakan tetangga maka ia tak enak menolaknya. Sehari ia mampu memakai empat tabung gas.

"Saya mau mutus langganan tapi saya ga enak sama tetangga. Ini tabung 3kg saya gak beli tapi dipinjamkan. Saya nggak enak karena dia cacat nggak bisa bawa tabung gas , saya mau nolak nggak enak. Kalau begitu saya tidak akan menggunakan gas 3kg lagi,"kata dia , kemarin (17/1).

Sales Eksekutif Pertamina Lampung Widi Hidayat bersama Kepala Bidang Energi Dinas ESDM Lampung Jefry menghimbau kepada pemilik rumah makan untuk tidak menggunakan tabung gas elpiji 3 kg lagi.
Total tabung yang ada di RM Akong yakni 16 tabung 3 kg , dan 6 tabung 12 kg.

"Pak Akong beli satu tabung gas seharga Rp21 ribu karena diantar. Padahal usaha tabung 3 kg untuk rakyat miskin,"paparnya.

Dilanjutkan ke  Rumah makan Jilbab jalan Sultan Syahrir Nomor 2, diketahui menggunakan gas 3kg. Pemilik RM Jilbab  , Ari mengaku tidak pernah tahu nama agen yang mengantarkan gas. Dia menerima gas karena dijamin setiap hari sanggup mengirim gas sesuai kebutuhan.

"Kami gunakan tabung gas tiga tabung per hari. Kami akan kembali lagi pakai tabung gas 12 kg. Kami sebagai pemakai adanya itu kita pakai karena kita kan hanya disodorkan saja,"jelas dia.

Diketahui, RM Jilbab membutuhkan 20 tabung gas dan diantarakan 3-5 tabung gas per hari sebulan kurang lebih 150 tabung. Ia beli seharga Rp18500 per tabung.

Kantin Bude Sri Jalan Kartini Tanjungkarang juga jadi sasaran sidak  Pemilik Kantin Bude Sri mengaku menerima gas dari agen, total tabung yang dimiliki yaitu 12 tabung gas 3kg  dan 6 tabung gas 12kg . Per harinya tidak sampai lima tabung gas 3kg untuk digunakan memasak.

"Saya beli tabung 12kg seharga Rp130 ribu, sedangkan tabung 3kga Rp21 ribu. Kami beli sama agen,"imbuhnya.

0 komentar:

Post a Comment