Wednesday, December 13, 2017

LPS Seminar di Universitas Lampung, Mahasiswa Antusias



 Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) menggelar seminar LPS Pulang Kampung dengan tema Peran dan Fungsi Lembaga Penjamin Simpanan dalam Menjaga Stabilitas Sistem Perbankan.  Acara yang berlangsung di gedung Aula Fakultas Pertanian Universitas Lampung itu diikuti ratusan mahasiswa dari berbagai jurusan di Unila.

Seminar LPS dimoderatori oleh Pemimpin Redaksi Lampung Post Iskandar Zulkarnain dengan narasumber Direktur Grup Pengelolaan Transformasi LPS Suwandi dan Wakil Dekan Fakultas Ekonomi Unila Ambya.

Wakil Rektor I Bidang Akademik Bujang Rahman dalam sambutannya mengatakan mengapresiasi seminar yang dihelat hari ini karena sesuai dengan aspek pragmatis di lapangan terutama dalam hal perbankan.

Menurutnya hal ini adalah momen yang tepat dalam rangka mengetahui sistem  keuangan dan perbankan.

"Tentunya mahasiswa akan bertamah wawasan dan pengalaman dibidang LPS,  jadi tidak usah ragu menyimpan uang di bank maksimal Rp2 miliar dan akan  dijamin keamanannya,  asal uangnya halal,  tapi kalau uang haram dan diketahui didapat dari cara yang tidak baik maka berbahaya,"kata dia Rabu (13/12).

Ia berharap mahasiswa bisa menggali berbagai pengetahuan LPS dalam seminar tersebut terkait dunia teoritis dan pragmatis.

LPS merupakan institusi yang berada langsung dibawah presiden,  dengan Independen dan mereka betul betul menjamin simpanan uang di bank sehinga merasa nyaman.

"Seminar ini memberikan wawasan kepada mahasiswa tentang  sistem perbankan,  karena ini merupakan pengetahuan praktis dan yang selama ini dimiliki mahasiswa adalah pengetahuan teoritis, sehingga mereka memiliki wawasan yang luas di dua sisi dan bisa berperan serta mengajak masyarakat untuk menabung di bank tanpa keraguan, "paparnya.

Direktur Grup Pengelolaan Transformasi LPS yang juga alumni Universitas Lampung Suwandi menjelaskan LPS adalah lembaga yang terbuka bagi siapapun untuk mengetahui sistem simpanan di perbankan.

LPS bisa melakukan penyelamatan jadi bisa ada hal yang berhubungan,  jika bank goyah,
LPS bisa menerbitkan obligasi dan beberapa upaya lainnya untuk menjaga stabilitas ekonomi melalui perbankan.

Dijelaskannya kegiatan ini merupakan sesuatu yang baru bagi mahasiswa, karena biasanya pilar sistem keuangan yang tadinya hanya kewenangan OJK dan BI namun kini juga dilayani oleh LPS.

"Jadi teman-teman mahasiswa perlu mengikuti perkembangan regulasi dan hal yang ada diluar kampus supaya dunia akademis mempunyai keselarasan apa yang ada di luar akademik, "paparnya.

Selain itu LPS yang terbilang baru, bisa menjadi bahan literatur,  survei,  bahkan skripsi untuk melakukan riset di bidang manajemen,  akuntansi, ekonomi dan hukum dan sebagainya. Sebab LPS memiliki program yang memberikan kenyamanan dan kepercayaan kepada masyarakat yang menyimpan uang di bank.

"Uang yang ada di bank selalu diamankan  jika kemungkinan ada resiko kegagalan oleh salah satu bank, misalanya  suku bunga serat atau nasabah mempunyai kredit macet makan nasabah tidak perlu khawatir karana simpan nasabah selalu dalam lindungan LPS, "paparnya.

Sampai saat ini LPS sudah melakukan likuidasi terhadap 82 bank secara nasional, tapi untuk bank umum dari 82 kota hanya satu dan sebagai besar sudah di likuidasi yakni BPS.

Sebab persyaratan untuk diselamatkan oleh LPS itu tidak terpenuhi jadikan persyaratannya apakah suatu bank boleh diselamatkan sesuai ketentuan undang-undang LPS harus melihat salah satunya adalah mana biaya yang paling murah.

"LPS akan mengambil tindakan untuk meminta OJK mencabut izin usaha bank dan LPS melakukan likuidasi terhadap bank tersebut. Di Lampung, dari 82 ada dua yaitu bank Tripanca dan BPR yang sudah lewat dan kini perbankan di Lampung terlihat normal,  "paparnya

 LPS dan terus OJK bekerjasama, LPS yang nanti akan melakukan analisis dan ditambah laporan dari OJK,  jika ada masalah keuangan maka LPS akan datang ke Bank untuk melakukan pemeriksaan.
Namun kami akan berkoordinasi terlebih dahulu dan hasilnya, kemudian LPS akan datangi bag tersebut dilakukan pemeriksaan.

"Total asetnya yang diawasi LPS saat ini, kurang lebih hampir Rp5500 triliun oleh dana pihak ketiga. Dan LPS saat ini mempunyai aset Rp86 triliun untuk bisa mengcover dana pihak ketiga,  memang sangat timpang tapi LPS nanti bisa melakukan akses pinjaman pemerintah,  obligasi jika kesulitan mengalami likuiditas, "paparnya.

Wakil Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unila Ambya mengatakan awal berdirinya LPS pada tahun 2004 setelah terjadinya krisis 1999.  Negara harus menjaga kepercayaan uang masyarakat di bank,  sebab jika nasabah menarik uangnya dari Bank akan mempengaruhi stabilitas ekonomi Indonesia.

LPS memberikan rasa aman dan nyaman kepada nasabah,  jika bank collaps maka tidak perlu khawatir dananya akan dijamin oleh LPS.

"Mahasiswa diharapkan bisa melakukan sosialisasi kepada masyarakat luas bahwa tidak perlu khawatir jika dana nya yang disimpan di bank akan hilang jika bank mengalami masalah, "paparnya.

Dijelaskannya tabungan masyarakat yang tersimpan di bank memiliki kontribusi penggerak ekonomi.  Karena tabungan adalah sumber investasi. Maka jika semakin banyak yang percaya kepada bank untuk menyimpan uang,  dana akan digunakan untuk investasi yang bisa mempercepat perekonomian Lampung.

Dalam acara tersebut,  mahasiswa diberi kesempatan untuk melakukan tanya jawab, dan undian berhadiah menarik seperti Door prize handphone, printer, voucher belanja Rp500 ribu untuk 5 orang, dan  power bank 10 unit.  (AJI)




0 komentar:

Post a Comment